Borneo  

Kanwil Ditjenpas Kaltimtara Apresiasi Pembinaan Kemandirian Lapas Nunukan

NARAKSARA.COM, Nunukan – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Nunukan terus mengembangkan pembinaan kemandirian warga binaan melalui produksi Batik Lanuka, kerajinan daur ulang, olahan pangan hingga budidaya ikan lele. Hasil pembinaan tersebut mendapat apresiasi Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kaltimtara, Yan Rusmanto, saat kunjungan kerja, Rabu (14/10/2026).

Dalam kegiatan pembinaan, monitoring, pengawasan, dan pengendalian (Bintor Wasdal), Yan menilai Lapas Nunukan menunjukkan perkembangan nyata dalam membekali warga binaan dengan keterampilan produktif, sekaligus mendukung program ketahanan pangan.

“Lapas Nunukan ini menjadi salah satu satuan kerja yang progresnya cukup terlihat dalam menyukseskan program ketahanan pangan. Perkembangannya sangat terlihat, terutama dalam satu tahun terakhir,” ujarnya.

Yan menegaskan, pembinaan tidak cukup hanya menghasilkan keterampilan, tetapi juga harus mampu menciptakan produk berkualitas yang memiliki nilai jual dan peluang pemasaran. Karena itu, ia mengapresiasi keberadaan Galeri UMKM yang menjadi tempat memamerkan sekaligus memasarkan hasil karya warga binaan.

Salah satu produk yang menarik perhatiannya adalah Batik Lanuka. Batik bermotif abstrak tersebut memiliki keunikan karena setiap kain mempunyai corak berbeda, sehingga berpotensi menjadi produk unggulan dengan nilai jual tersendiri.

“Ini ada satu batik yang mungkin belum dimiliki tempat lain, yaitu batik abstrak. Itu bisa dipastikan limited edition, masing-masing tidak ada yang sama. Ini barangkali yang punya nilai jual,” katanya.

Selain batik, warga binaan juga menghasilkan kerajinan dari barang bekas, produk pangan berupa ayam beku berbumbu atau marinasi, serta mengembangkan budidaya ikan lele. Beragam kegiatan tersebut dinilai membuka peluang pengembangan usaha sekaligus menambah keterampilan warga binaan sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat.

Dalam kunjungan itu, Yan juga meresmikan tiga fasilitas, yakni Pos Balai Pemasyarakatan (Bapas) di Lapas Nunukan, Galeri UMKM, dan fasilitas budidaya ikan lele.

Meski mengapresiasi capaian tersebut, Yan menekankan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, pelaku usaha, dan masyarakat agar pembinaan berjalan berkelanjutan.

Dukungan media juga diperlukan untuk memperkenalkan produk warga binaan kepada publik dan memperluas peluang pemasaran.

“Kami tentunya perlu dukungan dari teman-teman media supaya bisa memublikasikan praktik-praktik baik yang sudah dilakukan oleh teman-teman di Lapas Nunukan,” tutupnya.