Tingkatkan Pelayanan dan Pengawasan, Data Penumpang Terintegrasi

NUNUKAN – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Nunukan terus memperkuat transformasi digital pelayanan keimigrasian di wilayah perbatasan. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi penggunaan aplikasi All Indonesia dan Sistem Informasi Profiling Passenger (SIPP) yang digelar bersama sejumlah instansi terkait dan stakeholder pelayanan penumpang di Nunukan.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian (TIKKIM) Kantor Imigrasi Kelas II TPI Nunukan, Donly Pemilu Siahaan. Turut hadir dalam kegiatan itu Kepala Sub Seksi Lalu Lintas Keimigrasian, Yosia Tri Opu Samjar, serta sejumlah perwakilan instansi dan stakeholder pelayanan penumpang.

Donly mengatakan sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesiapan seluruh pihak terhadap penggunaan aplikasi All Indonesia dan SIPP sebagai sarana pelaporan data penumpang yang lebih efektif, cepat, dan terintegrasi.

“Melalui aplikasi ini, proses penyampaian data penumpang dapat dilakukan secara digital sehingga pelayanan keimigrasian menjadi lebih cepat, tertib, dan efisien, baik pada proses kedatangan maupun keberangkatan penumpang,” ujarnya.

Menurutnya, implementasi sistem digital tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung penguatan pelayanan sekaligus pengawasan keimigrasian di wilayah perbatasan, khususnya di Kabupaten Nunukan yang memiliki mobilitas lintas negara cukup tinggi.

Ia menjelaskan, penggunaan aplikasi All Indonesia dan SIPP juga dapat meningkatkan akurasi data penumpang di lapangan serta mempermudah proses pemeriksaan oleh petugas. Dengan sistem yang terintegrasi, koordinasi antarinstansi dinilai dapat berjalan lebih optimal.

“Pertukaran informasi antar petugas menjadi lebih cepat dan terintegrasi. Hal ini sangat membantu dalam mendukung keamanan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas penumpang di wilayah perbatasan,” kata Donly.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta juga aktif menyampaikan sejumlah masukan dan kendala teknis yang dihadapi selama pelaksanaan di lapangan. Seluruh masukan tersebut, lanjut Donly, akan menjadi bahan evaluasi bersama guna penyempurnaan sistem ke depan.

“Kami ingin memastikan sistem yang diterapkan benar-benar mampu mendukung pelayanan publik yang semakin baik dan memudahkan masyarakat,” tambahnya.

Kantor Imigrasi Kelas II TPI Nunukan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat transformasi digital pelayanan keimigrasian melalui inovasi dan kolaborasi bersama seluruh stakeholder. Langkah tersebut diharapkan mampu mewujudkan pelayanan publik yang profesional, modern, dan humanis di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia. (*)