NARAKSARA.COM, Nunukan – Angin puting beliung yang disertai hujan deras menerjang Long Bawan, Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kamis (16/7/2026) sekitar pukul 15.30 WITA. Bencana tersebut mengakibatkan sejumlah rumah warga, rumah ibadah, hingga fasilitas umum mengalami kerusakan, sementara petugas gabungan bergerak cepat melakukan penanganan di lokasi.
Berdasarkan laporan Pos BPBD Krayan, angin kencang berputar datang dari arah timur dan berlangsung sekitar satu jam. Terjangan angin menyebabkan dua unit rumah warga mengalami kerusakan berat. Selain itu, bangunan Gereja GKII Long Bawan turut rusak, sementara sebuah tiang tower roboh dan menimpa Pos Pengamanan Perbatasan (Pos Pamtas) Long Bawan.
Tidak hanya itu, pohon-pohon tumbang di sejumlah titik juga menimpa rumah warga dan menghambat akses masyarakat.
Meski kerusakan material cukup signifikan, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Tidak ada warga yang meninggal dunia, mengalami luka-luka, ataupun harus mengungsi.
Merespons kejadian itu, Pos BPBD Krayan bersama TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat. Tim gabungan mengevakuasi warga ke lokasi yang aman, membersihkan pohon tumbang melalui kerja bakti, serta melakukan pendataan terhadap rumah dan fasilitas yang terdampak.
Kepala Pos BPBD Krayan, Mardoni Remon, mengatakan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana tersebut.
“Begitu menerima laporan kejadian, kami langsung menuju lokasi bersama unsur terkait untuk memastikan kondisi masyarakat. Syukurnya tidak ada korban jiwa maupun korban luka. Saat ini fokus kami memastikan lingkungan kembali aman, melakukan pendataan kerusakan, dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk langkah penanganan selanjutnya,” ujarnya.
Menurut Mardoni, percepatan penanganan tidak lepas dari sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat yang bergotong royong membersihkan material pohon tumbang serta mengamankan lingkungan.
“Kami mengapresiasi partisipasi masyarakat yang bersama-sama membantu proses pembersihan. Kolaborasi ini sangat membantu mempercepat penanganan pascabencana,” katanya.
Sementara itu, BPBD Kabupaten Nunukan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Nunukan, BPBD Provinsi Kalimantan Utara, serta instansi terkait untuk memastikan kebutuhan penanganan darurat dan proses pemulihan dapat segera dipenuhi berdasarkan hasil asesmen di lapangan.
BPBD juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi. Warga diminta segera melaporkan setiap kondisi yang berpotensi membahayakan kepada pemerintah desa atau petugas BPBD agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.
Dengan penanganan cepat dan kolaborasi lintas sektor, diharapkan proses pemulihan di Long Bawan dapat berlangsung optimal sehingga aktivitas masyarakat segera kembali normal.
Penulis : Wandi Editor : naraksara.com







