Borneo  

Konsulat RI Tawau Ambil Bagian di Festival Kebudayaan Antarabangsa Tawau (FKAT) 2026

NARAKSARA.COM, Tawau – Konsulat RI Tawau kembali berpartisipasi dalam Festival Kebudayaan Antarabangsa Tawau (FKAT) 2026 yang diselenggarakan pada 25 Juli hingga 1 Agustus 2026 di Tawau, Sabah, Malaysia.

Kegiatan tahunan ini menjadi salah satu ajang pertukaran budaya dan promosi potensi daerah yang mempertemukan masyarakat Tawau dengan berbagai negara peserta, sekaligus memperkuat hubungan persahabatan dan saling pengertian antarbangsa.

FKAT merupakan agenda kebudayaan tahunan yang diselenggarakan di Tawau dengan melibatkan partisipasi berbagai negara dan komunitas etnik. Pada penyelenggaraan yang ke-11 tahun ini, terdapat empat negara undangan yang berpartisipasi, yaitu Indonesia, Kamboja, Uzbekistan, dan Kazakhstan.

Konsulat RI Tawau menghadirkan booth pameran Indonesia yang menampilkan informasi mengenai pariwisata, budaya, serta berbagai potensi Indonesia. Pengunjung juga diajak berpartisipasi dalam Survei Citra Indonesia sebagai bagian dari upaya mengukur persepsi masyarakat terhadap Indonesia.

Selain itu, Konsulat RI Tawau menggandeng pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari Provinsi Kalimantan Utara untuk mempromosikan berbagai produk unggulan daerah kepada masyarakat dan pengunjung internasional.

Kehadiran UMKM tersebut diharapkan dapat membuka peluang kerja sama bisnis sekaligus memperluas akses pasar produk Indonesia di Sabah.

Konsul RI Tawau, Dino Nurwahyudin dan Ketua Dharma Wanita Persatuan, Gain N Nurwahyudin, juga menghadiri welcoming dinner yang diselengarakan pada 29 Juli 2026 oleh Majelis Perbandaraan Tawau dan dibuka dengan resmi oleh Datuk Haji Nizam Bin Datuk Seri Panglima Haji Abu Bakar Titingan, Menteri Belia, Kemajuan Sukan dan Ekonomi Kreatif Negeri Sabah

Festival ini juga diramaikan oleh 30 kelompok etnik yang berada di sekitar wilayah Tawau. Masing-masing etnik menghias booth mereka dengan menampilkan identitas budaya, tradisi, dan kearifan lokal yang menjadi ciri khas komunitasnya.

Pada hari Jumat, 31 Juli 2026, Konsul RI Tawau dan Ketua Dharma Wanita menghadiri peresmian Pameran Rumah Etnik oleh YB Dr Andi Md Shamsureezal Bin Mod Sainal selaku Wakil Menteri Pelancongan, Kebudayaan, dan Alama Sekitar Sabah. Pada kesempatan tersebut, Wakil Menteri Pelancongan, Kebudayaan, dan Alama Sekitar Sabah berkesempatan mengunjungi booth Konsulat RI Tawau.

Pada penyelenggaraan tahun ini, Suku Bugis berhasil meraih juara pertama dalam lomba menghias kemah etnik, disusul oleh Suku Toraja sebagai juara kedua dan Suku Mandar sebagai juara ketiga.

Pada malam puncak FKAT 2026, Ketua Menteri Sabah YAB Datuk Seri Panglima Haji Hajiji Bin Haji Noor, menyampaikan bahwa FKAT merupakan platform penting untuk memperkenalkan khazanah budaya berbagai kaum dan etnik di Sabah kepada masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara.

Menurutnya, festival ini tidak hanya berkontribusi dalam melestarikan warisan budaya, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan perekonomian Tawau. Pemerintah Sabah juga berencana memasukkan FKAT ke dalam kalender resmi Tahun Melawat Sabah 2027, sebagai bagian dari upaya memperkuat daya tarik wisata budaya di negara bagian tersebut.

Pada malam puncak FKAT 2026, Indonesia diwakili oleh sanggar tari Sari Art Project dari Nunukan yang membawakan Tarian Baluk. Partisipasi Konsulat RI Tawau dalam FKAT 2026 mencerminkan komitmen Indonesia untuk terus mempererat hubungan sosial budaya antara Indonesia dan Malaysia, khususnya di wilayah Sabah.

Melalui promosi budaya, pariwisata, dan produk UMKM Indonesia, Konsulat RI Tawau berharap dapat semakin meningkatkan citra positif Indonesia serta mendorong terjalinnya kerja sama yang saling menguntungkan di bidang budaya, ekonomi, dan pariwisata. Kehadiran Indonesia dalam kegiatan ini sekaligus memperkuat hubungan dan interaksi masyarakat Indonesia dan Malaysia melalui jalur diplomasi budaya dan people-to-people contact.