Deddy Sitorus Perjuangkan PIP untuk Pelajar di Kaltara

NARAKSARA.COM, Nunukan – Mendapatkan beasiswa bagi ribuan pelajar di daerah bukan perkara mudah. Di tengah keterbatasan kuota dan anggaran, perjuangan untuk memastikan bantuan pendidikan tetap sampai kepada siswa di Kalimantan Utara (Kaltara) terus dilakukan.

Hal itu disampaikan Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Kalimantan Utara, Ir. Deddy Yevri Hanteru Sitorus, saat menyerahkan beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) kepada siswa penerima manfaat di Nunukan.

Deddy menegaskan, program PIP yang diterima para pelajar di Nunukan merupakan hasil dari proses perjuangan dan pengusulan di tingkat pusat. Ia menyebut, setiap tahun dirinya terus memperjuangkan agar kuota PIP untuk Kaltara tetap tersedia.

“Program ini bukan datang dari langit. Saya harus bersaing dengan anggota DPR dari daerah lain. Di Kaltara ada tiga perwakilan, sehingga memang membutuhkan perjuangan luar biasa,” ujar Deddy.

Menurutnya, perjuangan tersebut dilakukan agar program pemerintah pusat tidak hanya berhenti di tingkat kebijakan, tetapi benar-benar dirasakan masyarakat di daerah. Khususnya anak-anak yang membutuhkan dukungan untuk melanjutkan pendidikan.

Deddy mengungkapkan, kuota PIP di Kaltara tahun ini mengalami penurunan cukup signifikan. Dari program yang sebelumnya dapat mencapai sekitar 8.000 hingga 9.000 penerima setiap tahun. Pada tahun ini jumlah untuk sekolah umum hanya sekitar 3.000 siswa.

Dari jumlah tersebut, Kabupaten Nunukan menjadi daerah dengan penerima terbesar di Kalimantan Utara. Di Pulau Sebatik terdapat sekitar 360 penerima, sementara di SD Muhammadiyah 2 Nunukan sebanyak 227 siswa mendapatkan manfaat PIP.

“Anggaran dari pusat memang diturunkan. Tahun ini sekolah umum sekitar 3.000 penerima. Dari jumlah itu, yang terbesar ada di Nunukan,” katanya.

Ia menegaskan, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan upaya memperjuangkan bantuan pendidikan bagi masyarakat. Deddy juga menyampaikan bahwa perjuangan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak tidak hanya melalui PIP.

“Saya sudah berkomunikasi dengan Bupati Nunukan terkait dukungan perlengkapan sekolah. Pemerintah Kabupaten Nunukan sebelumnya memberikan bantuan seragam, saya mengusulkan dukungan berupa sepatu dan tas bagi para pelajar,” katanya.

Untuk itu, ia berpesan agar dana PIP yang diterima siswa benar-benar digunakan untuk kepentingan pendidikan. Adapun besaran bantuan yang diterima disesuaikan dengan jenjang pendidikan, yakni Rp 450 ribu untuk tingkat SD dan Rp 750 ribu untuk tingkat SMP.

“Dana yang diterima harus digunakan untuk kepentingan anak, supaya mereka bisa belajar lebih baik. Ini adalah uang untuk pendidikan anak,” tegasnya.

Deddy mengatakan dirinya akan terus mendorong agar program-program pemerintah pusat dapat menjangkau masyarakat di daerah, termasuk melalui perjuangan di DPR RI.

“Walaupun saya berada di Komisi II, seluruh program tetap kita perjuangkan. Jangan dibatasi hanya karena komisi. Yang paling penting adalah bagaimana program pemerintah pusat bisa sampai dan dirasakan masyarakat di daerah,” tegasnya.

Sementara, Kepala SD Muhammadiyah 2 Nunukan, Misliah, mengapresiasi perhatian dan perjuangan tersebut. Menurutnya, bantuan PIP sangat membantu siswa, terutama mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Ia menilai keberadaan bantuan pendidikan menjadi sangat penting bagi sekolah swasta. Sebab, tidak semua orang tua siswa memiliki kemampuan ekonomi yang sama untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak.

“Bantuan ini sangat membantu kebutuhan pendidikan anak-anak. Kami berharap sekolah kami terus mendapat perhatian karena PIP sangat bermanfaat bagi siswa, khususnya bagi orang tua yang memiliki keterbatasan ekonomi,” tutupnya.